Tuesday, May 7, 2013

ketika pendidikan kesehatan dikomersialisasi

erbicara tentang dunia kesehatan sekarang,seperti dunia kritis baru yang dihadapai oleh bangsa ini. Refleksi dari hal itu adalah banyaknya mal praktek yang  yang terjadi di dunia kesehatan. Dunia kesehatan adalah dunia yang yang sangat krusial karena berhubungan dengan keselamatan nyawa seseorang. Tapi apa jadinya jika dunia ini di perani oleh orang yang tak memiliki basic ilmiah seperti oaring-orang dari ilmu social?
Fakta di lapangan banyak di temukan perguruan tinggi swasta yang menerima lulusan dari ilmu pengetahuan social untuk menjadi perawat,ahli gizi bahkan bidan. Padahal kalu kita lihat dari latar belakang pendidikannya sangat jauh dari unsur klinis seorang petugas pelayan kesehatan. Yang mana dunia kesehatan itu erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan alam. Logikanya jika yang masuk ke poltekes negeri atau swasta adalah lulusan ilmu pengetahuan social, apakah pemikiran serta sikap ilmiahnya sama dengan orang yang yang lulusan ilmu pengetahuan alam? Jika alibi yang muncul berupa pernyataan semua pemikiran dan sifat ilmiah itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu dan banyak pengalaman serta pengajaran di lapangan. Apakah alibi itu dapat digunakan untuk percobaan tentang hal yang berhubungan dengan keselamatan seorang manusia yang bukan kelinci percobaan.
Satu fakta yang cukup mengkhawatirkan adalah poltekes merupakan salah satu alternatif tempat “pembuangan” terakhir untuk melanjutkan pendidikan tinggi.tidak hanya bagi para lulusan ilmu pengetauan alam bahkan oleh lulusan ilmu pegetahuan social. Apa mungkin boleh begitu?
Jika kita kaji makna dari pendidikan kesehatan itu sendiri yang merupakan wadah pembinaan orang-orang yang memang memiliki komitmen kan konsisten terhadap ilmu ini dari awal,bukan sebagai pelarian dari pada tidak kuliah. Apakah luarannya akan sama?
Sekali lagi ingin dipertanyakan apakah luarannya bisa sama?sejauh mana letak komitmen seorang tenaga pengajar di dunia kesehatan..
Dan satu lagi, ini hanya opini,setiap orang berhak bersuara,begitu juga dengan saya, dengan, untuk sebuah karakter opini ada yang setuju dan ada yang tidak ,bagi saya itu manusiawi sekali…
Semoga bisa jadi pertimbangan …..

No comments:

Post a Comment