hari ini harusnya semua berakhir. dengan semua harapan dan hitungan hari yang kulakukan selama ini. perjalanan berliku yang sedikit rumit harus kujalani. ini bukan inginku, bukan juga sesuatu yang mutlak untuk terjadi. suntikan semangat dari mereka yang menyayangiku rasanya terkabut oleh air mata yang selama ini terpaksa kutahan.
sebagai manusia ku pun punya titik balik, titik jenuh dengan semua ke abstainan diri yang hanya bisa berkata iya.tanpa peduli dengan eksploitasi diri sendiri. ini bukannya hidup yang tak adil, tapi pemaksaan yang memang berasal dari diri sendiri
selalu tersemat kemunafikan dan memposisikan diri sebijak mungkin dengan berkata nilai bukanlah segalanya. tapi, apa yang terjadi denganku, malah sebaliknya, demi sebuah kata yang bernama nilai ku rela menzalimi diri sendiri, tanpa peduli kalau dia butuh untuk vakum sejenak dari tuntutan ini. padahal hasilnya masih nisbi, hanya bisa berdo'a semoga harapan itu masih ada.
waktu bukan hanya untuk 4 bulan yang telah berlalu ini. masa hidup masih butuh aku dengan harapan yang masih tergantung di angan yang menunggu untuk dipetik dan menjadi realita.
mengeluh itu manusiawi, ku bukan manusia sempurna yang dapat selalu ikhlas menjalani ini semua. namun, alhamdulillah ketika iman ini mulai turun, semangat mulai menciut, aku punya ALLAH yang selalu memanggil lewat nurani untuk bersegera kepada-NYA. deraian air mata yang terseka di sajadah panjang ternyata mengikis lara hati yang tak bisa terungkapkan pada siapapun.
4 hari masih tersisa di sini, apakah yang selanjutnya harus kuhadapi?
i wish it will be better at the end .....
wallahu'alam bis shawwab..
No comments:
Post a Comment